BREAKING NEWS
http://www.tokoreang.com/

KESEHATAN

SOFWARE

GADGET

From our Blog

Jumat, 09 Oktober 2015

Cara Bagaimana Mengatasi Anak Yang Suka Merusak Barang-Barang

Ini beberapa Cara yang menurut hemat saya cukup baik untuk di berikan pada anak kita, apa lagi pas sedang mereka marah, biasanya kadang mereka merusak barang-barang, lihat di bawah ini siapa tahu bermanfaat.


  1. Menyetop tingkah laku merusak anak anda, misalnya dengan cara melarang atau mengambil benda yang sedang dirusak dengan segera, dengan pendekatan yang tetap hangat dan bersahabat, namun perlu diingat jika barang berbahaya yang akan dirusak  oleh anak anda maka orang tua atau pendidik harus sigap (cekatan bertindak).
  2. Mendekati anak anda dan kemudian menegurnya, memberikan pembinaan (berupa nasehat, perjanjian).
  3. Orangtua meminta anaknya untuk menjelaskan alasan pengerusakannya, hal ini untuk memunculkan rasa tanggungjawab dan rasa bersalah pada anak anda, dan pola komunikasi agar anak anda merasa tenang dan nyaman. Orang tua dapat memahamkan pada anaknya jika meluapkan keinginan ada cara-cara yang lebih tepat.
  4. Suruh anak anda menenangkan dirinya apabila merusak diiringi marah.  Jika anak sudah SD, tindakan orangtua atau pendidik meminta anaknya untuk menganti barang yang dirusak dengan uang sakunya sendiri atau diberi konsekuensi.
  5. Pahami tingkah laku anak anda dengan cara mencari tahu penyebab tingkah lakunya, orang tua memberi hukuman dan hadiah dari perilaku anak anda.
semoga bermanfaat

Cara Menghadapi Anak Hiperaktif


1. Bantu anak menjadi fleksibel: Ajarkan anak untuk disiplin dan pada saat yang sama berikan beberapa fleksibilitas juga. Pastikan dia tahu bahwa kapan saatnya untuk serius dan disiplin. Jangan buat hubungan Anda dan anak berdasarkan instruksi dan perintah. Luangkan waktu bersama anak, sebaiknya melakukan aktivitas di luar ruangan sehingga anak sepenuhnya bisa merasakan kenyamanan dan juga bisa memanfaatkan seluruh energinya.
2. Alihkan perhatian anak ke arah yang benar. Tanamkan pikiran positif dan berikan kegiatan yang bermanfaat. Bantu anak untuk mengembangkan kreativitasnya dan libatkan ia dalam kegiatan yang bisa mengalihkan energinya dan membuatnya tetap fokus di kegiatan tersebut. Ingat, Anda perlu mengarahkan energi anak hiperaktif ke arah yang benar.

3. Coba metode penyembuhan alternatif. Libatkan anak Anda dalam latihan yoga dan meditasi. Latihan ini membantu anak tetap tenang dan berkonsentrasi pada kegiatan yang lebih positif dan secara bertahap membuatnya lebih tenang. Meskipun anak hiperaktif sulit untuk tenang, tetapi jika Anda membuatnya terlibat dalam kegiatan positif, hal tersebut dapat membantu dia fokus dalam kehidupan.

4. Bawa anak berjalan-jalan secara teratur. Penelitian yang ada membuktikan ternyata anak yang berjalan secara teratur bisa meningkatkan kekuatan dan konsentrasi.

5. Ajarkan latihan pernapasan pada anak. Ajarkan anak untuk mengambil napas dalam-dalam ketika ia merasakan kemarahan dan terlihat agresif. Jika Anda dapat mengajarkan ini pada anak, maka dia tidak akan memukul atau menyakiti orang lain atau dirinya sendiri. Teknik pernapasan memberikan lebih banyak oksigen ke otak yang bermanfaat untuk menenangkan diri anak.

6. Libatkan anak dalam tugas rumah tangga. Kegiatan bersih-bersih d rumah bisa dilakukan bersama-sama anak setiap hari atau di akhir pekan. Misalnya membersihkan rumah atau berkebun. Jika seluruh anggota keluarga terlibat, setiap orang akan menikmati dan pekerjaan pun cepat selesai, di waktu yang sama Anda juga bisa melibatkan anak dalam pekerjaan yang bermanfaat.


7. Ajak untuk membaca. Biarkan anak Anda untuk bersantai lalu bujuk untuk membaca sesuatu yang menarik. Sediakan bahan bacaan yang menarik dan biarkan ia memilih buku yang ingin dibaca.

Ingatlah bahwa ketika Anda bertemu dengan anak hiperaktif diperlukan kesabaran dan berusahalah menenangkan diri Anda sendiri terlebih dahulu. Berikan waktu yang berkualitas dengan anak, hal itu bisa membantu untuk memiliki hubungan yang baik dan sehat.

Senin, 21 September 2015

Pengertian Psikologi


Pengertian Psikologi

Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental

Sejarah Psikologi

Psikologi adalah ilmu yang tergolong muda (sekitar akhir 1800an.) Tetapi, manusia di sepanjang sejarah telah memperhatikan masalah psikologi. Seperti filsuf yunani terutama Plato dan Aristoteles. Setelah itu St. Augustine (354-430) dianggap tokoh besar dalam psikologi modern karena perhatiannya pada intropeksi dan keingintahuannya tentang fenomena psikologi. Descartes (1596-1650) mengajukan teori bahwa hewan adalah mesin yang dapat dipelajari sebagaimana mesin lainnya.

Ia juga memperkenalkan konsep kerja refleks. Banyak ahli filsafat terkenal lain dalam abad tujuh belas dan delapan belas—Leibnits, Hobbes, Locke, Kant, dan Hume—memberikan sumbangan dalam bidang psikologi. Pada waktu itu psikologi masih berbentuk wacana belum menjadi ilmu pengetahuan.


salam 
Kang Asung
 
Copyright © 2011-2016 Cumacup - Blogger Indramayu
Thanks To Themeforest Powered by Blogger

Powered by Kang Asung